Selasa, 03 Februari 2015

Keripik Belut Daun Singkong

Kripik Daun Singkong
Cara pengolahannyapun lumayan gampang.
Bahan :
1. Daun singkong
2. 1 Kg Tepung beras
3. Garam secukupnya
4. 5 butir Kemiri
5. 1 sendok makan Ketumbar
6. 2 cm Kunir
7. 1 butir Telur
8. Air secukupnya
9. 1 L minyak goreng Alat :
1. Baskom
2. Panci
3. Tungku
4. Wajan penggorengan
Cara pembuatan :
1. Pembuatan adonan
• Haluskan kemiri, ketumbar, garam dan kunir
• Masukan tepung beras kedalam baskom dan diberi bumbu halus diatas
• Tambahkan telu dan sedikit air lalu aduk perlahan hingga tercampur merata
2. Proses pembuatan kripik daun singkong
• Cuci bersih daun singkong
• Rebus selama 3 -5 menit
• Angkat dan cuci kembali dengan air bersih
• Daun singkong biasanya berbentik jari dengan jumlah 6 jari, kita potong per jari lalu kita pelintir seperti melinting rokok satu per satu.
• Masukan lintingan daun singkong tersebut kedalam adonan tepung
• Lalu ambil lintingan daun singkong satu persatu dan masukkan kedalam panic penggorengan dengan minyak yang sudah panas
• Setelah matang angkat/
• Siap disajikan atau dikemas dalam plastic
• Selamat mencoba….

manjakan lidahmu dengan kletikan / cemilan yang istimewa dengan rasa yang khas dan unik .
Semuanya merupakan Produk
Home Industri Dari olahan tangan – tangan ibu PPK desa purwodadi kecamatan musuk boyolali kami buat hanya jika ada pesanan, jadi produk yang dikirim benar-benar "fresh from the oven" dan cita rasa asli dan semuanya tanpa menggunakan bahan-bahan pengawet dan kimia.

pokoke uenak tenan...

Perusahaan Rokok Mulia Agung

untuk pencinta rokok sejati,,,, kami memang menyediakan rokok yang berkualitas dgn harga yang terjangkau,,, tapi kami tidak lupa untuk terus mengingatkan bahwa rokok dapat menyebabkan kanker serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin...jadi tetaplah untuk mengkontrol diri Anda dalam mengkonsumsi rokok,,,

Untuk yang belum rokok silahkan jahui rokok..
namun Untuk yang sudah terlanjur cinta pada rokok, maka Tingkatkanlah.... hahahahh

Jika ada tanda Dilarang MEROKOK , maka hentikan rokok Anda spereti tanda yang ada pada gambar disamping....

Minggu, 25 Januari 2015

pusat oleh-oleh lestari


Mengunjungi deretan obyek wisata di Kabupaten Pacitan memang akan menjadi pengalaman baru bagi setiap orang. Betapa tidak, dikawasan ujung paling barat provinsi Jawa Timur ini, Pacitan yang nyaris "hilang" dari peta sesungguhnya menawarkan sebuah keindahan tersendiri. Bukan saja karena pantai-pantinya yang indah, seperti Teleng Ria, Srau, Karang Bolong, Klayar, atau kemegahan stalaktit dan stalakmit yang ada di sejumlah gua, aktivitas masyarakatnya pun mampu memberikan inspirasi yang unik.Di kawasan yang luas wilayahnya mencapai 1.389,87 Km² ini, masyarakat hidup secara damai. Mereka menjalani kehidupan dengan bekerja diberbagai bidang. Nelayan dan petani merupakan salah satu mata pencaharian penduduk Pacitan, disamping berbagai mata pencaharian lain seperti kerajinan batu alam, perak, ternak udang dan lobster serta industri rumah tangga lainnya seperti terasi atau sale.Mengunjungi Pacitan tentu sangat menyenangkan bagi anda yang berkesempatan bisa datang kedaerah ini. Tapi bagi anda yang belum sempat jangan khawatir. Anda bisa mendapatkan oleh-oleh yang enak, gurih dan nikmat hanya dengan menitipkan pesan kepada teman Aanda yang sedang berkunjung ke Pacitan. Salah satu pilihannya adalah sale pisang Pacitan.Kenapa harus sale ?Barangkali ada pertanyaan seperti ini. Sale adalah salah satu makanan khas Pacitan, selain nasi tiwul dan ikan kalakan. Bahannya terbuat dari pisang manis yang dikeringkan secara alami. Dimasak tanpa bahan pengawet namun bisa bertahan dalam waktu beberapa bulan. Dengan kemasan yang unik, sale Pacitan bisa anda temui dalam berbagai bentuk, baik kemasan biasa dalam ukuran sedang, berbentuk anggur yang berwarna-warni serta lembaran-lembaran besar. Semuanya tetap nikmat dan sangat cocok menjadi hidangan dikala keluarga berkumpul.Untuk mendapatkan sale Pacitan, harus saya datang ke Pacitan ? Ini pertanyaan yang sering muncul. Tidak perlu khawatir. Kecanggihan teknologi bisa anda manfaatkan. Kami akan memandu anda jika ingin mendapatkan oleh-leh itu. Informasi lebih lanjut, hubungi pusat jajanan khas Pacitan, Jl Sultan Ageng Tirtayasa no 2 Pacitan, Telp (0357) 883485.

Selasa, 20 Januari 2015

Desa Ngadiroyo, keripik tempe jadi andalan...

Salah satu jenis makanan kecil yang terkenal dari Wonogiri adalah keripik tempe. Banyak desa menjadi penghasil camilan yang laris setiap Lebaran ini, salah satunya Desa Ngadiroyo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri. Ada sedikitnya delapan warga yang mengembangkan usaha pembuatan keripik tempe di desa yang terkenal dengan Gunung Pegat-nya ini. Salah satu warga tersebut adalah Sakijo. Di rumahnya yang berada di Dusun Pojok, tiap hari Sakijo dibantu isterinya membuat keripik tempe dan beberapa jenis makanan kecil lain di antaranya keripik pisang.
“Kami sudah menjalankan usaha ini sejak sekitar 15 tahun lalu. Dari usaha inilah kami menghidupi keluarga dan membayai pendidikan ketiga anak kami. Memang hanya kecil-kecilan tapi ini telah menjadi sumber penghidupan kami,” ungkap Ny Sakijo, saat ditemui Espos di rumahnya, Minggu (31/7/2011).
Ny Sakijo menambahkan selama kurun waktu 15 tahun menjalankan usaha keripik tempe itu, ia telah mendapat pangsa pasar tidak hanya di lingkungan sekitar tetapi juga merambah ke sejumlah kecamatan lain. Tiap hari, Ny Sakijo mengaku menghabiskan sekitar 5 kg kedelai yang dibuatnya menjadi tempe kemudian dibuat keripik. Jumlah produksi itu akan meningkat menjadi 8 kg/hari ketika semakin mendekati Lebaran. Kepala Desa Ngadiroyo, Suharno, saat ditemui Espos di kediamannya, kemarin mengungkapkan dengan kondisi alam yang kurang menguntungkan untuk pertanian, penduduk di desanya yang berjumlah 692 keluarga (2.050 jiwa) itu memang banyak yang mengandalkan penghidupan dari industri kecil.
“Di desa ini ada yang menjadi pengusaha keripik tempe maupun tempe sayur, industri tahu, rempeyek dan sejumlah jenis makanan kecil lain. Semuanya memang masih sebatas industri rumah tangga,” katanya. Potensi lainnya, kata Suharno, berupa hasil palawija seperti kacang dan ketela pohon. Perikanan juga cukup memberi harapan. Ada beberapa puluh warga yang mengandalkan hidup dengan menjadi nelayan di perairan Waduk Gajah Mungkur, yang berjarak cukup dekat dengan desa itu di sebelah barat.
“Baru-baru ini nelayan kami mendapat bantuan dua buah perahu dan beberapa jaring. Kami mengupayakan untuk mendapat bantuan lagi agar nelayan cukup terbantu,” kata Suharno.
Desa Ngadiroyo terdiri atas delapan dusun, yakni Sengon, Pencol, Pojok, Ngadiroyo, Rejosari, Tritis, Ngelo dan Serayu. Di sebelah selatan, desa ini berbatasan dengan Desa Bumiharjo, sebelah timur dengan Desa Ngadipiro, sebelah barat dengan Desa Pondoksari dan sebelah utara dengan Desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo.




Produksi Tempe


Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang rhizopus, seperti rhizopusoligosporus, Rh. Oryzoe, Rh. stoloniver (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi tempe".
Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika feksiuntuk menyembuhkan in dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.
Secara umum, tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi membuat tempe memiliki rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.
Tempe banyak dikonsumsi di indonesia, tetapi sekarang telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Indonesia juga sekarang berusaha mengembangkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau memperbaiki kandungan gizi tempe. Beberapa pihak mengkhawatirkan kegiatan ini dapat mengancam keberadaan tempe sebagai bahan pangan milik umum karena galur-galur ragi tempe unggul dapat didaftarkan hak pattennya sehingga penggunaannya dilindungi undang-undang (memerlukan lisensi dari pemegang hak paten).
dibawah ini adalah salah satu produksi tempe di pacitan tepatnya di kec. arjosari desa Gunung sari.
dari tempe inilah bapak 2 anak ini bisa menghidupi keluargannya. memang cuman tempe akan tetapi produksi ini apabila di olah dengan baik maka akan menghasilkan penghasilan yang cukup besar.
 
 

Terasi Pacitan, Bumbu Berkualitas Pelengkap Masakan Anda

PACITAN—Bagi anda penikmat kuliner oseng – oseng  atau masakan pedas lainnya, tak lengkap rasanya jika belum menambahkan campuran terasi udang rebon Pacitan sebagai bumbu tambahan anda. Karena terasi udang rebon khas Pacitan ini memang cukup terkenal, bahkan penyebaran dan daerah pemasarannya sudah merata di seluruh wilayah di Indonesia.
Seperti diketahui, Terasi adalah komponen masakan Indonesia yang sangat digemari, terbuat dari campuran ikan-ikan kecil dan udang yang difermentasikan, dibuat seperti adonan berwarna hitam semu coklat. Terasi memiliki bau yang tajam dan biasanya digunakan untuk membuat sambal terasi, tapi juga ditemukan dalam berbagai resep tradisional Indonesia, seperti oseng – oseng cakangkung dan sejenisnya.
Dan Pacitan sebagai daerah pesisir, tentu memiliki terasi yang khas dan terbuat dari udang rebon yang berkualitas tinggi, tanpa penambahan bahan pengawet sehingga terasi udang ini aman untuk dikonsumsi siapa saja.
Dari penelusuran tim Portal pacitanku, area pemasaran terasi Pacitan ini sudah terkenal hingga ke luar jawa “terasi kami sudah lama, sekitar 10 tahunan, daerah pemasarannya pun hampir diseluruh daerah di Indonesia, dan saya juga pernah bertugas mengirim terasi ke luar Jawa,” kata Dian Agus Priatmoko, salah satu marketing produsen terasi Kapal Layar Pacitan, saat dihubungi Portal pacitanku, Kamis (12/12/2013).
Sementara itu, Rizka Ayu Pramita, salah satu pengelola terasi Inggil Pacitan juga membenarkan bahwa produksi terasi Pacitan yang terbuat dari udang Rebon sudah teruji kualitasnya, sehingga daerah pengirimannya pun mencakup wilayah nusantara. “Terasi Pacitan terkenal tahan lama mas, sehingga pengirimannya jauh,” katanya.
Terpisah, Marsiyah, salah satu produsen terasi di daerah teleng Ria menyatakan bahwa rata – rata pesanan yang terbanyak dari Jakarta, sehingga rumah produksinya harus menyediakan terasi hingga 10 ton selama sebulan. “ DIkirimnya ke Jakarta mas, dan kelebihan kita terasinya tidak dicampur apapun, hanya garam dan udang saja,” tandasnya.
Selain kualitas yang baik, terasi Pacitan juga terkenal dengan harga yang murah, sehingga terasi Pacitan cenderung banyak peminatnya. “Jika harganya gelondongan kita menjual 30 ribu mas, namun jika dijual per bungkus, harganya 5 ribu per 100 gram atau per bungkus,” pungkasnya

Bumi Pacitan, surga tambang

PACITAN– Studi tentang sektor pembangunan Pacitan dibidang pertambangan memiliki prospek yang cukup menjanjikan dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pacitan dan juga peningkatan kesempatan berusaha dan penyerapan tenaga kerja. Hal ini dikarenakan bahwa Pacitan memiliki berbagai macam tambang yang siap untuk dikelola, baik dari laut maupun di darat. Kabupaten Pacitan memiliki kekayaan bahan tambang yang tersebar hampir di seluruh wilayah.
batu gamping
batu gamping
Berdasarkan data DPE, Kota 1001 Gua ini memiliki kandungan bahan tambang hingga 33 jenis. Mulai dari mineral logam, bukan logam dan batuan, batubara, hingga radio aktif. Sejumlah bahan tambang yaitu bentonit, feldspar, kalsit, piropilit, marmer, zeolit, batuan beku, tanah liat plastis, sirtu, batu gamping, emas, batubara, Uranium, Timah Putih, Nikel, Timah Hitam, Emas, Mangan, Tembaga, Seng, Batu Gamping, Dolomit, Gibsum, Fosil Kayu, Batu Rijang/Batu Api, Kristal Kuarsa, Kalsedon/Agat, dan Jasper.
Dilihat dari kondisi dasar, topografi, struktur dan jenis batuan yang 85 % merupakan bagian seluruh wilayah Kabupaten Pacitan, ternyata di dalamnya banyak mengandung bahan tambang yang melimpah. Adapun bahan tambang yang ada dengan klasifikasi golongan A, golongan B dan golongan C, yang dianalisa masih rendah dalam memberikan kontribusi kepada peningkatan pendapatan masyarakat yang akhirnya peningkatan pendapatan daerah.
Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Dinas Pertambangan Propinsi Jawa Timur menunjukkan adanya sebaran, luas areal, besarnya cadangan serta kualitas bahan galian yang ada di Kabupaten Pacitan sejumlah 33 jenis bahan tambang. Sedangkan untuk bahan Tambang yang di eksploitasi di Pacitan adalah sebagai berikut
Bentonit, adalah sejenis tanah liat yang dapat mengembang bila menyerap air. Bahan tambang ini sudah diusahakan sejak tahun 1987 oleh PT. Indobent Wijaya Mineral di Kecamatan Punung. Kondisi luas area : 21.000.000 m³, dengan rincian areal yang dieksploitasi  55,518 Ha. Untuk kegunaan bentonite sendiri adalah sebagai bahan keramik halus penjernih minyak kelapa dan kelapa sawit, pemboran minyak, gas dan panas bumi, industri pengecoran logam, pengelolaan limbah, pemboran air bersih.
Feldspar, adalah jenis mineral berbentuk kristal, terutama Kalium, Aluminosilika, Sodium dan Kalsimum yang dibentuk oleh dua lempengan menyerupai bentuk sudut, umumnya berwarna abu-abu muda, kuning kecoklatan. Bahan tambang ini sudah dieksplorasi oleh beberapa perusahaan dengan berbagai jenis seperti  keramik dinding, lantai, kebun maupun kebutuhan rumah tangga lain seperti vas bunga, tempat lilin, lamoou dan pigura foto yang telah menembus luar negeri melalui Propinsi Bali. Luas areal kandungan 950 Ha/46 juta m³, dengan rincian areal yang dieksploitasi 18,3818 Ha. Kegunaan dari feldspar adalah sebagai bahan industri keramik, porsilin, isolasi listrik, cat, gelas flux dan karet.
Kalsit, atau kalsit lebih dikenal dengan “Batu Bintang”. Unsur utamanya yang terkandung adalah marmer dan zat kapur, CaCO3 dengan warna putih ke kuning-kuningan serta memancarkan cahaya. Luas areal di Pacitan adalah 443.700 m², dengan rincian areal yang dieksploitasi 18 Ha. Kalsit berfungsi sebagai bahan gelas/kaca, Kosmetik dan pasta.
Piropilit, adalah mineral berwarna hijau, berbentuk foliat dan butiran granula. Areal siap dieksplorasi seluas 37 Ha, dengan fungsi utama adalah sebagai bahan baku industri keramik dan porselin. Saat ini piropilit diusahakan hanya berskala kecil dengan produksi rata-rata ± 25-50 m³ perhari dan dikirim ke industri keramik di Jakarta, Cirebon, Surabaya, Semarang dan Tulung Agung.
Marmer, adalah jenis batuan dengan warna abu-abu, kuning kecoklatan dan kemerahan diusahakan masih sebatas tradisional. Luas areal 300 Ha (77juta m³), dengan rincian areal yang dieksploitasi 47 Ha. Untuk marmer di Pacitan, metode eksploitasinya masih dilakukan masyarakat secara tradisional. Fungsi utamanya adalah untuk batuan hias, Ornamen, Ubin, mebel dan bahan bangunan lainnya.
Zeolit, Kegunaan tambang ini adalah sebagai bahan pembersih/ penyerap zat cair dan udara, campuran makan ternak. Luas areal yang dieksploitasi di Pacitan adalah  11,292 Ha dari luas Areal 59.100 Ha.
Batuan Beku, yang termasuk jenis batuan beku antara lain Batu Desit, Basalt dan Andesit dan banyak terdapat di Nawangan, Pacitan, Ngadirojo dan Tulakan. Luas areal 10 juta m³, dengan fungsi adalah untuk keperluan bahan bangunan (pondasi Jalan dan lain-lain) dan diusahakan secara Tradisional. Sedang untuk batuan beku yang berbentuk bongkahan-bongkahan besar saat ini sudah diusahakan oleh perusahaan untuk Tegel dan Keramik, Tempat lilin dan lampu.
Ball Clay, disebut juga Tanah Liat Plastis. Ciri khas dari bahan galian ini adalah warna abu-abu, kemerahan, berbutir sangat halus dan mempunyai kekenyalan yang tinggi sehingga apaabila kena panas bentuk dan warna tidak berubah. Eksploitasi masih dilakukan oleh penduduk secara tradisional, dengan fungsi adalah untuk industri keramik halus dan porselin dan Gerabah halus.
Sirtu, terdiri dari pasir, kerikil, kerakal yang merupakan material lepas sebagai hasil pelapukan, erosi dan pengendapan batuan yang berasal dari sekitarnya. Luas areal tidak terbatas, sepanjang aliran sungai grindulu, barak, brongkah, sundeng, tani, tumpuk, guyangan dan Ngrato. Areal dieksoloitsi berdasarkan SIPD, sampai sekarang terdapat 46 penambang yang mencapai 48,93 Ha dengan jumlah produksi: 20.688 ton. Kegunaan dari sirtu ini adalah untuk bahan pembangunan jalan dan campuran beton.
Batu Gamping, saat ini banyak dilakukan oleh masyarakat setempat secara tradisional sebagai bahan bangunan ( pondasi dan campuran semen bangunan) itu pun untuk konsumsi lokal, kegunaan lainnya adalah untuk bahan pembuatan gelas, pertanian, industri gula Filter cat, kaporit dan industri plastik.
Emas, biji emas dijumpai bersama-sama di lingkungan biji “Base Metal” di Desa Pagerejo Kecamatan Ngadirojo dan Desa Kebonsari Kecamatan Punung. Areal yang dieksploitasi untuk emas ini adalah di Kecamatan Punung, Kecamatan Ngadirojo, Kecamatan Tegalombo.
Selain yang sudah dieksploitasi tersebut, diwilayah Pacitan juga beberapa waktu lalu, diduga ada potensi pertambangan lainnya, upaya perluasan wilayah yang diperkirakan berpotensi sebagai kilang minyak dan gas bumi lepas pantai, salah satunya adalah wilayah laut Pacitan juga masuk dalam kategori berpotensi mengandung cadangan minyak dan gas alam. Apalagi melihat memang Pacitan juga memiliki wilayah Pantai yang cukup luas untuk pengembangan SDA yang dikhususkan pengelolaan minya bumi dan gas alam di Pacitan.
Bentonite
Bentonite
Namun demikian, tidak semua potensi pertambangan itu dapat dieksploitasi. Hal ini terkait faktor pelestarian lingkungan hidup dan potensi pariwisata Pacitan. Di daerah ini terdapat tiga kecamatan yang dinyatakan steril dari segala bentuk aktivitas penambangan, yaitu Kecamatan Donorojo, Kecamatan Punung, dan Kecamatan Pringkuku. Kendatipun, di area tersebut sudah terdeteksi sumber bahan tambang fosfat dolomit dan pasir besi. Kebijakan pertambangan ini telah berlaku sejak dikeluarkannya Instruksi Bupati Nomor 4 Tahun 2009. Lebih khusus lagi, wilayah terlarang bagi penambangan berada di wilayah selatan dan pesisir sepanjang kurang lebih 30-an kilometer yang merupakan bagian dari jajaran Pegunungan Sewu.
Munculnya instruksi bupati tersebut juga tidak lepas dari kebijakan di Kementerian Budaya dan Pariwisata (Kemenbudpar) yang mengusulkan kawasan karst di Pacitan Barat sebagai geopark ke UNESCO. Konservasi alam dan lingkungan di Pacitan Barat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan  kawasan karst di Pacitan..
Sesuai Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1456/Kepmen/1998, kawasan karst dibagi menjadi tiga. Di kawasan satu, segala jenis penambangan dilarang sedangkan di kawasan kategori dua penambangan boleh dilakukan tetapi terbatas.

Industri Gula Kelapa Pacitan, Komoditas Manis Penopang Ekonomi Warga





KEBONAGUNG – Selain dikenal dengan pariwisatanya yang beragam, Pacitan juga dikenal dengan potensi alamnya yang melimpah, salah satunya adalah potensi perkebunan kelapa, yang banyak digunakan warga Pacitan untuk membangun industri yang berasal dari alam, salah satunya adalah gula kelapa Pacitan.
Pacitan memiliki potensi industri gula kelapa cukup potensial. Bahkan, hasil gula dari Pacitan merupakan satu yang terbaik karena tidak menggunakan bahan campuran berbahaya serta bebas pestisida. Sehingga tepat untuk industri gula semut. Dari 12 kecamatan, delapan diantaranya merupakan penghasil nira untuk bahan gula kelapa.
Industri gula kelapa kabupaten Pacitan mulai bersaing dipasar modern. Hasil karya para pengrajin asli Pacitan itu dalam tahap penjajakan dengan pengusaha eksportir gula untuk pasar internasional. Setelah sebelumnya olahan air nira kelapa yang biasanya dibuat dalam bentuk cetak tanpa kemasan, kini kondisinya semakin membaik.
Para Pengrajin, pada waktu itu tahun 2012 mulai diperkenalkan dengan pengemasan modern serta bermacam varian produk dan rasa gula, salah satunya gula semut Pacitan.
Di Pacitan sendiri, beberapa daerah pesisir yang mengembangkan industri gula kelapa Pacitan adalah Kecamatan Kebonagung dan Kecamatan Donorojo. Di Kebonagung, yang juga terkenal dengan industri kerajinan gerabah itu banyak memiliki kelompok usaha pengerajin gula tradisional.
Selain Kebonagung dan Donorojo, salah satu daerah potensial pengembangan gula kelapa di Pacitan adalah di kecamatan Tulakan. Bahkan di desa Nglaran, Tulakan, hampir sebagian warga menjalani profesi sebagai penderas kelapa yang digunakan untuk bahan baku gula kelapa.
Penderas yaitu pekerjaan mengambil air nira kelapa di puncak pohon kelapa dan memasukkan tetesan air nira ke dalam bumbung bambu. Karena keunikannya dalam membuat gula kelapa terutama bentuk dan cara membuatnya, gula kelapa di desa ini dikenal di seluruh Kabupaten Pacitan.
Diketahui, usaha pengembangan industri rumah tangga gula kelapa ini berlangsung turun temurun, sehingga mampu menopang kehidupan ekonomi rumah tangga warganya. Pekerjaan menderas kelapa menjadi usaha sampingan warganya mengingat setiap warga desa rata-rata mempunyai kebun kelapa luas di samping rumahnya.
Tahun 2012 lalu, melalui pendampingan lembaga Permodalan Nasional Madani (PNM), para pengerajin gula setempat mendapatkan berbagai pelatihan membuat gula yang higienis dan memiliki daya saing.
Hingga saat ini, pengelolaan gula kelapa perlu terus dikembangkan, seperti sentuhan teknologi yang menjadikan gula kelapa menjadi gula semut. Dan keberadaan gula kelapa Pacitan ini menjadi keberkahan sendiri bagi warga Pacitan

Rabu, 14 Januari 2015

Sego Gobyos, Kuliner dengan Sensasi “Hot” khas Pacitan





Gobyos, adalah kata dalam bahasa jawa yang berarti kondisi tubuh sedang panas dan penuh dengan keringat. Biasanya kondisi gobyos atau sumuk terjadi manakala tubuh sedang lelah akibat melakukan aktivitas olahraga, sehingga produksi keringat akan meningkat dari biasanya. Namun gobyos juga terjadi saat anda mencoba menu kuliner khas Pacitan ini, sego Gobyos.
Sego Gobyos, sebutan untuk kuliner khas Pacitan ini memang membuat pecinta makanan pedas tak kuasa menahan hasrat untuk mencicipinya. Kuliner satu ini memang cukup asing terdengar di telinga, namun begitu anda merasakannya, seluruh tubuh anda dijamin akan gobyos dan penuh keringat, dikarenakan pedasnya kuliner satu ini.
Sego Gobyos Pacitan bisa anda dapatkan di kompleks pasar Minulyo, Baleharjo, Pacitan. Biasanya sang penjual mulai menjajakan sego gobyos sekitar pukul 18.30 WIB hingga tengah malam. “Banyak macam menunya mas, ada sego gobyos lauk telur bacem, tahu bacem, hingga opor ayam,” sebut Tugiyem, sang penjual Sego Gobyos kepada Portal Pacitanku, belum lama ini.
Bahan baku sego gobyos ini sebenarnya sangat sederhana, yaitu terdiri dari campuran nasi plus sayur daun keningkir, serta tambahan lauk yang bisa dipilih, seperti tahu, tempe bacem, kerupuk, hingga opor ayam.
Namun yang unik adalah kuah khusus gobyos yang membuat kuliner ini beda dari yang lainnya. Kuah khusus ini diberi ramuan khusus berupa cabe yang cukup banyak agar sensasi pedasnya terasa. “tidak mesti mas, kadang 12 cabe, 15 cabe dan seterusnya,” ujarnya.
http://pacitanku.com/wp-content/uploads/2014/04/IMG_20140330_204638.jpg
 
Yang membuat sego gobyos sulit dilupakan rasanya adalah rasa pedas yang bersumber dari kuah gobyos, berpadu dengan rasa pahit dari lalapan keingkir, dan berpadu dengan kelezatan bumbu – bumbu racikan yang begitu nikmat. Untuk kisaran harga dari sego gobyos pun tergantung dari lauk yang digunakan, yakni kisaran 5 ribu hingga 10 ribu rupiah.
Anda mau mencicipi sego gobyos, satu dari sekian banyak kuliner Pacitan? Datang saja ke pasar Minulyo di waktu malam hari, dijamin anda akan merasakan sensasi gobyos dan bermandikan keringat, dengan harga yang cukup miring. Selamat menikmati.

Senin, 29 Desember 2014

KECAP DELIMA KECAP KHAS PACITAN

Selasa,30 desember  2014


KECAP cap DELIMA adalah kecap manis dan enak yang  diproduksi Perusahaan  Delima Food sejak tahun 1978. Kecap DELIMA diproduksi secara tradisional tanpa tambahan zat kimia dan zat pewarna ASLI 100 persen. Diawal pembuatan Kecap DELIMA hanya dibuat oleh  satu karyawan, Alhammdulillah sampai saat ini kecap Delima telah berkembang pesat sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan. Hampir 17 karyawan yang telah mengoperasikan perusahaan. Dengan prestasi itu, tentunya Kecap Delima mengutamakan mutu sehingga Kecap Delima menjadi kepercayaan masyarakat dan menjadi produk unggulan masyarakat Pacitan dan menjadi Kecap Khas Pacitan dengan cita rasa yang berbeda. Kecap Delima telah menjadi tujuan pelancong atau pengunjung kota Pacitan sebagai oleh-oleh khas Pacitan. Dengan itu, tentunya Kecap Delima juga telah memperoleh beberapa pengesahan dari institusi salah satunya dari MUI menyandang sertifikasi Halal dimana halal dan aman untuk dikonsumsi dan juga hak paten telah didapatkannya untuk menghindari kecurangan.

Produksi kecap Delima telah mencapai hampir 15 ton / bulan untuk bahan baku Gula Jawanya. Sudah barang tentu, penjualan sangat pesat hampir mencapai 20 ribu botol perbulan hanya didalam kota saja. Sebagai perusahaan yang baru berkembang, kecap delima juga membutuhkan jaringan untuk mengembangkan sayap keluar kota bahkan ke luar propinsi. Untuk itu silahkan hubungi no telpon dibawah ini bila ingin menjadi distributor, grosir atau pun untuk oleh-oleh atau untuk dikonsumsi sendiri.

kecap delima 600 ml  : 12.000

kecap delima 330 ml :   7.000

Kecap Delima 140 ml :   4.000

kecap delima 300 ml  :   8500

Kecap Delima 620 ml  :  13.500

Kamis, 25 Desember 2014

Renyahnya Kolong Klithik Khas Pacitan



PACITAN—Kabupaten Pacitan adalah wilayah yang memiliki multipotensi yang bisa dikembangkan, tentu selain obyek wisatanya yang beragam, potensi alam di daerah asal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini juga tak bisa diabaikan. Salah satunya adalah kuliner, yang juga menjadi keunggulan Pacitan dalam menarik minat wisatawan untuk datang ke Pacitan dan mencicipinya.
Hampir semua hasil olahan ladang pertanian maupun perkebunan di Pacitan bisa diolah menjadi industry kreatif yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan potensi kuliner Pacitan. Salah satunya adalah Kolong Klithik, yang merupakan kuliner asli daerah pesisir selatan Jawa Timur ini.
Kolong Klithik adalah sejenis camilan yang berasal dari ketela pohon, biasanya penduduk setempat menggunakan singkong atau ketela pohon jenis Pandesi ataupun Jinten untuk dijadikan kolong Klithik. Yang menjadi khas dari kolong klithik adalah rasanya yang renyah, dan karena jenisnya adalah camilan, maka jika hanya makan satu buah saja, dijamin akan merasa ketagihan Camilan ini juga tergolong ke dalam camilan yang sehat, karena bahan bakunya hanya singkong ditambahkan bumbu garam dan bawang putih.
Bagi penduduk yang mengembangkan kuliner Kolong Klithik ini, tentu bahan baku sangat mudah didapatkan, karena biasanya penduduk setempat selalu menanam tanaman wajib di Pacitan, yakni ketela pohon. Namun begitu, masyarakat setempat masih memiliki sedikit kendala, yakni kebingungan membuang limbah sisa olahan ketela pohon tersebut.
Dari penelusuruan redaksi Pacitanku.com, setidaknya ada tiga daerah di Pacitan yang mengembangkan kuliner camilan Kolong Klithik ini, yakni Desa Cangkring dan Desa Bodag di Kecamatan Ngadirojo, serta Desa Bubakan di Kecamatan Tulakan. Bahkan untuk industri kolong di Desa Bodag kecamatan Ngadirojo saat ini berkembang cukup pesat.
Saking pesatnya perkembangan industri Kolong Klithik di Bodag, satu industri kecil bisa mempekerjakan karyawan hingga 70 orang. Dengan kapasitas cukup besar maka tak heran jika produksi kolong di wilayah ini dalam satu bulan mampu menghasilkan produksi hingga 8 ton.
Pemasaran kolong klithik ini pun tergolong mudah dan hampir tidak ada masalah. Salah satu pedagang di Bodag bahkan tiap hari yang membuat 80 Kg kolong klitik selalu habis terjual, dengan kisaran harga rata – rata Rp 13.000 per Kg di tahun 2013 ini. Para pedagang tersebut biasanya mendapatkan kolong klithik dari pengusaha rumahan, lalu kolong klitik yang dibelinya lantas dikemas lagi dalam bungkus plastik dan siap untuk dijual. Untuk di pacitan, kolong klithik hampir bisa ditemukan di seluruh pasar tradisional di Pacitan dan tempat oleh – oleh khas Pacitan.

Menengok Industri Rumahan Batu Akik Gendaran Pacitan

DONOROJO—Sudah bukan rahasia lagi jika Pacitan adalah kota dengan sejuta potensi. Selain potensi wisatanya yang banyak dan prospektif, potensi kerajinan asli daerah pesisir selatan Jawa Timur ini juga menjadi andalan untuk mendongkrak perekonomian daerah. Adalah kerajinan batu akik Pacitan, yang keberadaannya sangat terkenal di seluruh penjuru tanah air, menjadi referensi para pecinta batu akik untuk berduyun – duyun mengunjungi pusat kerajinan batu akik Pacitan, di Desa Gendaran, Donorojo.
Banyaknya potensi batu mulia di daerah ini membuat warga sekitar segera mengolahnya
Adi salah satu penjual akik Pacitan
Adi salah satu penjual akik Pacitan
menjadi kerajinan seni bernilai tinggi. Bahkan saking banyaknya, hamper setiap warga di Desa Gendaran membuat industri rumahan sendiri untuk menjual batu akik Pacitan. “Kurang lebih ada sekitar 50 rumah disini yang membuka sendiri kerajinan home industry batu akik Pacitan,” kata Adi, salah satu pengrajin batu mulia Pacitan dari Desa Gendaran, Senin (11/11/2013) pagi WIB.
Namun demikian, potensi batu akik Pacitan belum berkembang secara maksimal. Itu terlihat dari pengelolaan salah satu produksi batu mulia khas Pacitan ini yang hanya dikelola mandiri atau swadaya masyarakat setempat. “Kita sih bisa mengelola sendiri, namun ya hasilnya seperti ini, kalau hari biasa agak sepi pembeli, tapi kalau pas hari pasaran setiap Kliwon, kita menjual akik di Pasar Sukodono lumayan ramai mas,” tandas Adi.
Gendaran yang merupakan salah satu Desa di Kecamatan Donorojo ini memang memiliki keunggulan potensi, yakni potensi batu akik atau batu mulia yang tidak dimiliki desa – desa lain di Pacitan. Sejak dahulu batu akik Gendaran yang menjadi trade mark Batu Akik Pacitan banyak dikenal di Indonesia, dan bahkan pemasarannya sudah sampai ke luar negeri.
“Biasanya para wisatawan bule itu mas yang sering membawa koleksi batu mulia ke sini atau ke pasar Sukodono. Namun tak jarang juga mereka memborong batu akik di tempat wisata langsung, seperti di Goa Gong, Goa Tabuhan, atau Pantai Watukarung. Kalau kesini keunggulannya harganya bisa lebih murah karena di sentra produksinya langsung,” pungkasnya.

Tahu Tuna Khas Pacitan

Tahu Tuna Khas Kabupaten Pacitan, memiliki cita rasa yang khas dan dengan ikan tuna segar dari para nelayan di Kabupaten Pacitan. Hasil laut yang melimpah di Kabupaten Pacitan, menjadi salah satu penguat tumbuh kembang industri manufacture di Kabupaten Pacitan, khususnya Industri Kecil dan Menengah. IKM tahu tuna di Kabupaten Pacitan sudah mulai di kembangkan dengan jangkauan pasar yang sudah meluas, sampai di Surabaya, Jakarta, Malang, Solo Jogja, Semarang dan Bandung. Tahu tuna tidak hanya dikonsumsi sebagai lauk saja, tetapi bisa dijadikan sebagai hidangan lezat dan camilan di saat-saat santai anda. Tahu tuna yang kaya protein, perpaduan antara protein nabati dan hewani, menjadikan tahu tuna menjadi salah satu makanan pilihan bagi keluarga anda. Tahu Tuna Khas Pacitan, I Like it,,, :) Selamat mencoba,,,


Krupuk Temulawak Hasil Hibah PKM STKIP PGRI Pacitan

Pacitan – Kampus adalah sumber ilmu pengetahuan sedang industri adalah sumber pendanaan begitu kata sebagian orang. Dalam kehidupan seandainya 2 lembaga ini bisa bersinergi maka akan sangat ideal sekali. Untuk itulah berbagai hibah dari negara banyak dikucurkan kepada kampus untuk mendorong kedua belah fihak.
STKIP PGRI Pacitan adalah salah satu kampus yang peduli dengan industri kecil lokal Pacitan. DR. Mukodi memaparkan bahwa STKIP PGRI Pacitan mendapatkan hibah PKM Kewirausahaan yang hasilnya adalah krupuk temulawak. Krupuk ini sangat berbeda dengan krupuk biasanya yang terbuat dari gandum namun hasil PKM ini ada temulawak dengan porsi yang lebih dominan sehingga khas sekali. Dari sisi kesehatan sangat higienis dan bermanfaat untuk perikan pencernaan.
Awalnya fihak STKIP memberikan arahan kepada mahasiswa untuk melakukan pemetaan berbagai temulawak diberbagai lokasi yang biasanya hanya berfungsi sebagai jamu dan harganya yang rendah. Kemudian fihak tim kampus berfikir untuk membuat inovasi agar temulawak ini bisa menjadi lebih bermanfaat. Pendanaan yang diperoleh lebih dari Rp juta dari DIKTI. Pengembangannya oleh mahasiswa sendiri sampai sekarang sudah merambah dibanyak warung. Mukodi masih akan berinovasi berkaitan dengan PKM untuk mahasiswa.

Rabu, 24 Desember 2014

BATIK TULIS TENGAH SAWAH NGADIROJO PACITAN

KAMIS,25-12-2014
 SAWUNG JALI SUKATI


Jali dan Sukati adalah ayam serama jantan dan betina , sepasang ayam ini begitu rukun , setiap saat selalu bersama-sama, gerak-geriknya menarik untuk didesain sebagai motif batik, akhirnya jadilah motif batik ,  tidak ketinggalan buah pace sebagai ciri khas motif batik Pacitan dan bunga sedap malam sebagai ciri khas motif batik Jawa Timur. Pewarnaan menggunakan pewarna sintetis dengan warna - warna yang kontras seperti layaknya batik Jawa Timur pertama indigosol bloe, indigosol yellow, naptol merah R, kemudian coklat 91 dg garam merah R.

SAWONG POSAH PASIHAN
Batik Tulis pewarna sintetis motif  Sawung Posah Pasihan, menggambarkan dua ayam jantan dan betina yang sedang bercengkerama bersama pasangan yang terkasih.
Warna dasar biru melambangkan indahnya dunia,  memperlakukan  orang terkasih dengan tulus memandang dunia dengan harapan positif  akan kita jumpai indahnya dunia.
Pewarna yang dipakai indigosol Blue, Indigosol Yellow, Naptol 91 dan garam Merah R.

SAWONG KRIDA MUKTI
   


Didesain oleh Budi Raharjo ( Mei 2013) , batik ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba desain batik khas Jawa timur, mendapatkan nominasi 10 besar.
Batik dengan judul " Sawung Krida Mukti " terdiri dari motif sekumpulan ayam jantan, bunga sedap malam , buah pace. Ayam merupakan hewan yang giat bekerja, bunga Sedap malam bunga yang harum bahunya dan buah Pace  adalah tanaman obat. sebagai latar dibuat solah lempengan kayu hasil gergajian, mengingatkan kita akan pentingnya hutan. Secara keseluruhan motif " Sawung Krida Mukti " menggambarkan masyarakat yang giat bekerja bantu membantu untuk mencapai kesejahteraan hidup. Pewarna yang dipakai adalah sintetis yang terdiri dari Indigosol dan Naptol.

SAWON RONABAYA
Batik Motif Sawung Ronabaya, didesain oleh ibu Toni Retno Antyaningsih ( Maret 2013 ). Bekerja sama dengan personil Batik Tulis Tengah Sawah Pacitan . Desain batik ini merupakan motif batik khas Jawa Timur, dibuat dalam rangka mengikuti lomba desain batik untuk baju kasual. Mendapatkan juara 1 kategori umum.
Sawung Ronabaya menggambarkan kehidupan ayam yang berada ditepi sungai Brantas ( Ronabaya menurut Wikipedia adalah nama sungai Brantas pada abad 8 ).
Motif Sawung Ronabaya terdiri dari:
1. Motif ayam  ( motif batik khas Jawa Timur ) terdiri dari sepasang ayam yang sedang bercengkerama menandakan kebahagiaan. Ayam adalah hewan yang familier , pekerja keras dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Filosofi : hendaknya manusia juga bersifat familier, mudah bergaul, pekerja keras dan bermanfaat bagi sesamanya.
2. Bunga Sedap malam  ( motif batik khas Jawa Timur ) bunga warna putih yang harum bahunya, sering digunakan untuk acara pesta.
Filosofi : hendaknya manusia juga berbahu harum maksudnya berperilaku terpuji.
3. Buah Pace ( motif batik khas Pacitan ) buah yang kurang bagus baik bahu dan rasanya namun berguna sebagai obat.
Filosofi : hendaknya memandang manusia tidak hanya fisik semata, walaupun kurang bagus penampilannya namun berguna bagi sesamanya.
4. Aliran sungai ( sebagai bagroundnya ) sebagai latar / baground dibuat seolah aliran sungai , mengambil sungai Brantas karena sungai ini sangat berguna bagi kehidupan masyarakat Jawa Timur. Ronabaya merupakan sungai Brantas pada abad 8, yang mana pada waktu itu sungai merupakan sarana transfortasi, pengairan , dan mencukupi kehidupan masyarakat Jawa Timur.
Filosofi : kita kembalikan fungsi sungai Brantas seperti abad 8,  dengan dimikian kita harus menjaga kelestariannya.